Senin, 16 Juli 2007

Belajar dari Pemain Bola

Hikmah ni sebenernya inspirasi dari seorang santri DT, Romi namanya klo sa ga salah.
Belajar mengenai kegigihan seorang pemain bola untuk mencapai tujuan, yakni menciptakan gol untuk tim yang dibelanya. Tapi sportif tetep perlu.
Meski lawan menghadang dari berbagai arah agar ia kalah, ia tak lantas mundur melainkan terus maju dan terus mencari peluang agar gol tercipta. Mencari celah agar bola masuk ke gawang lawan.
Saat ia terluka, ia juga tak lantas menyerah melainkan tetap berjuang untuk tetap bertanding.
Memang terkadang wasit terasa tak adil, terasa bermain sendiri padahal kita adalah tim atau alasan-alasan lain. Namun ia tak peduli, biar tim membiarkan kita sendiri, wasit melakukan tindakan tak adil, namun ia tetap berjuang menciptakan gol, meski tak jarang gol gagal tercipta, namun ia tak menyerah.

Seperti itulah seharusnya kita, tujuan kita jelas, menghadang musuh meski dari berbagai arah tetap pantang menyerah, tak berhenti meski kegagalan terus menghantui, karena kita punya tekad untuk tetap menciptakan "gol". Meski kita merasa sendiri, tapi sebenarnya tim ada di belakang kita, meski kadang tak terlihat, tapi ingat kita punya tim...makhluk-makhluk 4JJI, dan pastinya 4JJI selalu ada di sisi kita untuk membantu kita.

Rabu, 20 Juni 2007

Untitle

Tersu melangkah meninggalkanMu
Terasa diri makin terbelenggu
Terkadang aku lelah
Ingin berhenti dan menyerah
Namun aku tak ingin kalah
Meski aku terluka parah
Terkadang melangkah tak tentu arah
Bahagia..kapankah kau kan singgah?
Ditemani kekasih, Sang Maha Pencinta

Rabu, 13 Juni 2007

Kuseru Engkau

Wahai Engkau Yang Akbar
Ampuni lalai kami terhadapMu
Mungkin saat ini makhlukMu menertawakanku
Menertawakan kebodohanku terhadapMu

Atas segala khilaf, alfa dan dosaku
Atas kebodohan dan kelalaian
Atas semua nikmatMu yang tak kusyukuri
Kutengadahkan dan menadahkan tangan memohon ampunanMu

Untitled

Ku berdsujud di hadapanMu Tuhan
Menyungkur bermunajat padaMu
Dengan membawa segala dosa dan hina diri
Memohon maghfirohMu

Wahai Yang Maha Pengasih
Kasihanilah hambaMu yang tak mengenalMu
Hingga berharap pada makhluk
Yang membawa diri semakin hina

Teruntuk Seorang Sahabat

Jika engkau mendapat suatu duka, datanglah kepadaku, ku kan sediakan bahuku untukmu
Kan kuberikan waktuku untukmu.
Mungkin aku tak memberimu apapun, namun kupastikan akan kusediakan bahuku untukmu, sahabatku!

Permintaan Terakhir

Jika kelak aku pergi akankah ada yang mengantarku?
Apakah mereka merasa senang karena aku menghadap Tuhanku, dengan memori indah dalam hati mereka.

Ataukah senang karena takkan ada lagi yang menyulitkan mereka, sehingga tertawa riang?


Jika aku bersalah, aku mohon maaf atasnya.
Jika aku pernah menyakiti kalian, aku mohon, maafkanlah aku.

Rabu, 06 Juni 2007

Teruntuk Guruku

Kau goreskan warna-warni hidupku
Kau cerahkan hidupku dengan ilmu
Kau cerahkan hidupku dengan cahaya pengetahuan

Seringkali ku torehkan luka di hatimu
Namu tak jarang engkau tetap tersenyum padaku

pernah kusakiti engkau dengan tingkahku
Namun engkau tetap sabar menghadapiku

Melaksanakan amanah yang begitu mulia
Semoga Allah senantiasa memuliakanmu, wahai Guru
Memberikan kemudahan dan pahala yang besar di sisiNya untukmu
Semoga tak pernah lepas engkau dari naungan malaikatNya
Bahkan ikan-ikan di laut pun turut mendoakan keselamatanmu

Atas semua ilmu yang engkau sampaikan
Atas semua kebaikan yang engaku ajarkan
Atas semua akhlak yang engaku contohkan
Semoga Allah membalasnya dengan surgaNya

Engkau pada dasarnya mengenalkanku pada diriku
Yangkemudian menuntun hatiku untuk mengenal Tuhanku

Engkau syahid di jalan ilmu
Engkau mujahid yang tak pernah mengenal medan perang
Namun engkau syahid di sisiNya
yang gugur di medan perang meski engkau tak berperang

Karena engkaulah pelita kehidupan

Terima kasih, kata yang bahkan tak terucapkan
Untukmu wahai guruku...